Tenang! Penurunan 24 saham bank tersebut hanya bersifat psikologis dan temporer

Pemilik saham bank bersiap untuk beristirahat lebih tenang. Penurunan harga saham 24 bank hanya bersifat psikologis dan sementara. Jadi, Anda tidak perlu khawatir tentang masalah yang lebih serius. Harga saham dapat naik dan turun, namun jangan lupa bahwa kondisi pasar saham berubah sepanjang waktu. Jadi, tetap berpikir positif dan lakukan penelitian yang tepat sebelum membuat keputusan. Selalu waspada dan pastikan untuk mengambil keputusan yang tepat. Jangan biarkan ketakutan dan kepanikan menguasai Anda. Tenanglah!

IndoPulsa.Co.id – Tenang! Penurunan 24 saham bank tersebut hanya bersifat psikologis dan temporer

Blog Indo Pulsa — Jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB effect) mulai merembet ke industri perbankan Tanah Air. Ada 24 bank nasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sahamnya jatuh. Namun, jangan khawatir, ini hanya efek psikologis.

Berdasarkan pantauan Infobank Institute, pada penutupan perdagangan Selasa (14/3), pukul 15.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas. Turun 2.14% atau 145.15 poin dari pembukaan 6786.67 ke penutupan 6641.81.

Lima sektor yang mengalami penurunan terparah adalah sektor transportasi (-3,93%), teknologi (3,07%), energi (2,94%), industri (2,27%) dan keuangan (2,16%).

Sektor keuangan, meski berada di peringkat kelima dari persentase penurunan, menjadi penyumbang utama penurunan IHSG hari ini. Subsektor perbankan sangat berdarah.

Setidaknya, ada 24 emiten perbankan yang sahamnya anjlok lebih dari 2%. Bahkan ada 3 bank yang terkena serangan ARB (Auto Rejection Down) melebihi 6%.

3 bank tersebut adalah Bank Neo Commerce, Tbk. (BBYB), Bank Jago, Tbk. (ARTO), dan Bank Bumi Arta, Tbk. (BNBA).

Sementara itu, ada 21 emiten perbankan yang harga sahamnya turun lebih dari 2%. Ke-21 bank tersebut adalah Bank Bukopin, Tbk. (BBKP) -5,41%, Bank MNC Internasional, Tbk. (BABP) -5,10%, dan Bank Dinar Indonesia, Tbk. (DNAR) -5,03%.

Selanjutnya, Bank Raya Indonesia, Tbk. (AGRO) -4,47%, Bank Syariah Indonesia, Tbk. (BRIS) -4,11%, Bank Mandiri, Tbk. (BMRI) -4,11%, Bank Aladin Syariah, Tbk. (BANK) -4,07%, dan Bank Simpanan Negeri, Tbk. (BBTN) -4,02%.

Selain itu, Bank JTrust Indonesia, Tbk. (BCIC) -3,64%, Bank Panin Dubai Syariah, Tbk. (PNBS) -3,17%, Krom Bank Indonesia, Tbk. (BBSI) -3,12%, dan Bank Victoria International, Tbk. (BVIC) -3,03%.

Selanjutnya, Panin Bank, Tbk. (PNBN) -2,88%, Bank Mayapada, Tbk. (MAYA) -2,75%, Bank BCA, Tbk. (BBCA) -2,63%, Bank BNI, Tbk. (BBNI) -2,50%, Bank BRI, Tbk. (BBRI) -2,48%, Bank Nobu International, Tbk. (NOBU) -2,42%, Bank Danamon Indonesia, Tbk. (BDMN) -2,19%, dan Bank Permata, Tbk. (BNLI) -2%.

Penurunan harga saham 24 emiten perbankan nasional diduga dipengaruhi sentimen negatif menyusul bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB) pada Jumat (10/3) pekan lalu.

Namun, di sisi lain, jatuhnya harga saham perbankan nasional bisa menjadi investasi emas bagi investor untuk membeli saham perbankan dengan harga diskon.

Selain itu, menurut Mikail Mo, peneliti The Asian Institute for Capital Market and Investment, penurunan saham bank-bank tersebut hanya bersifat sementara dan terlalu psikologis, karena fundamental perbankan di Indonesia cukup kuat.

Hal ini juga ditegaskan oleh OJK, bahwa bank-bank di Indonesia juga lebih dari cukup dalam hal likuiditas. Bahkan, beberapa bank juga kuat dari segi permodalan. Dan yang lebih penting lagi, bank-bank di Indonesia tidak fokus pada startup seperti SVB.

Jangan khawatir jika saham bank yang kamu miliki mengalami penurunan. Penurunan tersebut hanyalah bersifat psikologis dan temporer. Jangan lupa untuk tetap mengikuti berbagai informasi pasar modal dan berinvestasi dengan bijak agar Anda tetap mendapatkan keuntungan. Selamat berinvestasi!
Ayo beli pulsa dan paket internet murah di Indopulsa.

indopulsa logo

Aplikasi jual pulsa & kuota paling murah, voucher game, emoney / uang elektronik, token listrik, voucher internet, tv dan bayar tagihan online paling lengkap di Indonesia dengan sistem satu saldo deposit untuk semua layanan.

Contact

PT. KIOS PULSA INDONESIA

Nguntoronadi RT25 RW01, Kec. Nguntoronadi Kab. Magetan, Jawa Timur 63383